Cari

Kesalahan Entrepreneur Muda Dalam Manajemen Keuangan

Ada beberapa kesalahan yang biasa dilakukan oleh entrepreneur muda dalam manajemen keuangan bisnisnya dan bagaimana mencegahnya yaitu:

1. Investasi yang berlebihan pada bisnis

Untuk menjadi lebih profesional, entrepreneur muda akan dengan mudah menghabiskan tabungan mereka. Mungkin mereka akan menyewa peralatan kantor yang mewah. Itu akan menghabiskan tabungan Anda sebelum Anda menjual produk atau jasa. Semakin dalam entrepreneur muda itu menggali keuangan pribadinya maka akan semakin berbahaya.
Lebih baik apabila kita menggunakan uang dengan sebaik mungkin untuk membangun produk atau servis yang bagus untuk para pengguna. 

2. Mengambil jalan pintas

Terlalu sering entrepreneur muda mengacuhkan saran akuntan dan pihak yang berwenang. Mungkin mereka mengenal seorang konsultan keuangan atau pengacara untuk membantu mereka mengurus surat izin atau mengurus pembukuan mereka. Sekali akuntan salah sebagai contoh dapat menyebabkan pajak yang membengkak. Dan terjadi kesalahan pada kondisi keuangan perusahaan, itu dapat memberi buruk pada investor sehingga ujung – ujungnya Anda akan mengeluarkan uang pribadi untuk diinvestasikan dalam bisnis.

3. Tidak Menerima Gaji untuk Diri Sendiri

Entrepreneur muda cenderung hidup susah lalu menanamkan seluruh sumber daya ke dalam bisnisnya tanpa menyisakan sepeser uang pun. Ketika ini bisa tetap membantu dalam mempertahankan arus kas dalam bisnis tidak masalah tetapi apabila nantinya bisnis ini hanya membayar sewa Anda dan makan siang Anda saja itu sangat berbahaya. Minimal bayarlah gaji Anda sendiri dengan gaji standar untuk tetap mempertahankan keuangan pribadi Anda dan dipisahkan dari bisnis tetapi jangan juga memberikan gaji besar kepada Anda itu hanya akan membunuh bisnis Anda sendiri.

Kesalahan Manajemen Keuangan Entrepreneur Muda

Dalam me-launching sebuah bisnis dan bisa tetap menjaga keuangan pribadi menjadi tantangan yang cukup berat. Disini ada sedikit kesalahan yang biasa dilakukan oleh pebisnis muda dalam manajemen keuangannya. 

Hagan Major yang berusia 26 tahun dan telah memulai bisnis iklan online lebih dari satu dekade yang lalu dan bagi dia tidak  ada hal yang paling penting dari manajemen keuangan dalam mengelola bisnisnya.

“ Kita menyalurkan seluruh uang ke dalam bisnis dan tidak mengambil keluar uang sepeser pun perusahaan hanya memberikan makan”, kata Major, salah satu pendiri dari YellowHammer Media Group di New York. 

Lebih jauh lagi, mengaburkan garis pemisah antara keuangan pribadi dan bisnis akan mengacaukan organisasi. “Itu akan membuat kekacauan pajak,” dia berkata. Setelah tidak sengaja menggunakan nomor social security sebagai ganti nomor pajak perusahaannya untuk membeli barang online di 2007, Major menerima tagihan yang besar dari kantor pajak : 

Utang pajak dia membengkak hingga $60.000. Major bukan satu – satunya seorang anak muda yang salah dalam manajemn keuangan. “ Banyak entrepreneur sukses yang salah dalam manajemen keuangannya karena mereka menurunkan prioritas keuangan pribadi dan terus memberikan tambahan uang ke dalam bisnis mereka,” kata Eric Johnson, senior strategist konsultan keuangan di Signature, firma keuangan di Norfolk, Va.

Kesalahan Pengusaha Dalam Manajemen Keuangan Usaha

Mengelola keuangan usaha merupakan salah satu hal yang sering menjadi masalah dalam sebuah usaha. Banyak usaha kecil yag terpaksa harus gulung tikar karena mengalami kesalahan dalam mengelola keuangan. 

Pengelolaan keuangan usaha harus dilakukan dengan cara profesional yaitu dengan memperhatikan kaidah pengelolaan keuangan bisnis. Banyak para pengusaha yang menemukan beberapa kesalahan saat mereka mengelola keuangan usaha, apalagi pada hari-hari awal. 

Meskipun sulit, namun mengelola keuangan merupakan sesuatu yang sangat penting demi keberhasilan suatu usaha. Ada beberapa kesalahan kesalahan seorang pengusaha ketika melakukan manajemen keuangan usahanya seperti tidak bisanya pengusaha mengembangkan rencana keuangan usahanya dengan jelas sejak dari hari pertama menjalankan usaha tersebut.

Pengusaha belum memahami betapa pentingnya arus kas dalam mengembangkan bisnisnya, tidak menggunakan bantuan atau jasa seorang akuntan profesional berkualitas karena alasan untuk menghemat biaya, kurangnya pengetahuan dibidang akutansi khususnya bagi para pemula usaha guna membantu mengelola bisnis dan rencana masa depan bisnisnya.

Banyak para pengusaha tidak sadar akan pentingnya manajemen keuangan dari awal usaha berjalan padahal jika hal tersebut dilakukan bisa membantu pengusaha dalam menghadapi masalah masalah keuangan yang dapat mengancam bisnisnya pada suatu hari nanti,  dan yang terakhir kesalahan seorang pengusaha dalam manajemen keuangan usahanya yaitu masih mencampur antara keuangan bisnis dan keuangan pribadi.