Cari

Perlukah Pengusaha Bergabung Dengan Komunitas Bisnis?



Dalam dunia bisnis, persaingan yang terjadi tidak dapat dihindari lagi. Berbagai macam usaha banyak berdiri, puluhan hingga ratusan pengusaha saling bersaing memperebutkan hati konsumennya. Di tengah persaingan yang berlangsung, bagaikan oasis di tengah padang pasir, munculah berbagai komunitas pengusaha berdasarkan kesamaan agama, ras, suku, hobi, dan lain-lain.
Komunitas ini dijadikan sebagai wadah bagi para pengusaha untuk menjalin silaturahmi dan hubungan keakraban antara satu sama lain. Lalu, apakah menjadi anggota dari suatu komunitas merupakan sebuah keharusan? Seberapa besar manfaat yang bisa diperoleh seorang pengusaha dari keterlibatannya dalam sebuah komunitas bisnis tertentu?
Pertanyaan ini cukup menggelitik. Mungkin gak semua pengusaha berkenan untuk ikut dan bergabung dalam sebuah komunitas bisnis. Namun, atas nama bisnis hampir semua pengusaha gak ada yang menolak untuk bergabung dalam komunitas pengusaha itu. Mengapa demikian?
Komunitas bisnis merupakan perkumpulan dari sekelompok orang yang memiliki kesamaan nilai-nilai dan tujuan tertentu. Sekelompok orang yang dimaksud di sini adalah para pengusaha yang memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memajukan bisnis yang dijalankannya.
Sebagai seorang pembbisnis, ketika kalian masuk kemudian bergabung dan terlibat dalam berbagai kegiatan yang diadakan komunitas bisnis, secara gak langsung kalian mulai melebarkan jaringan bisnis (networking) yang sangat kalian perlukan dalam membangun sebuah usaha. Kalian bisa saling sharing dengan pengusaha lain mengenai wawasan bisnis yang kalian miliki maupun berbagi tentang lika liku perjalanan bisnis yang kalian lalui.
Ketika ada hambatan yang Anda temui di tengah jalan, Anda dapat meminta saran kepada rekan sesama pengusaha yang tergabung dalam komunitas bisnis untuk memberikan solusi terbaik berdasarkan pengalaman yang ia miliki.
Di sisi yang lain, secara individu, Kalian menemukan keluarga dan sahabat baru yang menjadi tempat Kalian berkeluh kesah, gak hanya melulu soal bisnis namun juga masalah sehari-hari. Tapi ingat, gak semua orang dapat Kalian jadikan teman curhat! Selektif dalam berbagi soal kehidupan pribadi juga penting karena ini bersifat privat.
Lewat komunitas bisnis, Kalian bisa memperoleh berbagai macam informasi bisnis yang sebelumnya belum Kalian ketahui. Strategi-strategi bisnis jitu apa saja yang bisa Kalian terapkan dalam bisnis Kalian, sangat mungkin Kalian temukan di sini. Sebelum adanya perkembangan teknologi seperti saat ini, komunitas bisnis hanya terbatas pada tingkat lokal dan regional.
Namun seiring kemajuan internet, komunitas bisnis dapat dibentuk oleh pengusaha dari berbagai belahan dunia manapun tanpa batas geografis tertentu. Semakin luas jaringan bisnis Kalian, semakin banyak pula informasi bisnis yang Anda peroleh. Apalagi jika komunitas bisnis yang Kalian ikuti memiliki cakupan International. Kalian bisa berbagi informasi serta pengalaman bisnis yang Kalian miliki dengan pengusaha-pengusaha dari berbagai negara. Kondisi perekonomian dan bisnis di setiap negara berbeda satu dengan yang lain. Kalian dapat menerapakan strategi usaha yang dilakukan oleh pengusaha negara X di negara Indonesia.
Jadi,  Kalau ada pertanyaan perlu gak sih seorang pengusaha bergabung dengan komunitas bisnis ? Jawabannya bukan perlu lagi tapi PENTING. Selain kita menambah silaturahmi kita, kita juga dapat berbagai ilmu dari pengusaha- pengusaha lain.
Semoga bermanfaat

Kesalahan Entrepreneur Muda Dalam Manajemen Keuangan

Ada beberapa kesalahan yang biasa dilakukan oleh entrepreneur muda dalam manajemen keuangan bisnisnya dan bagaimana mencegahnya yaitu:

1. Investasi yang berlebihan pada bisnis

Untuk menjadi lebih profesional, entrepreneur muda akan dengan mudah menghabiskan tabungan mereka. Mungkin mereka akan menyewa peralatan kantor yang mewah. Itu akan menghabiskan tabungan Anda sebelum Anda menjual produk atau jasa. Semakin dalam entrepreneur muda itu menggali keuangan pribadinya maka akan semakin berbahaya.
Lebih baik apabila kita menggunakan uang dengan sebaik mungkin untuk membangun produk atau servis yang bagus untuk para pengguna. 

2. Mengambil jalan pintas

Terlalu sering entrepreneur muda mengacuhkan saran akuntan dan pihak yang berwenang. Mungkin mereka mengenal seorang konsultan keuangan atau pengacara untuk membantu mereka mengurus surat izin atau mengurus pembukuan mereka. Sekali akuntan salah sebagai contoh dapat menyebabkan pajak yang membengkak. Dan terjadi kesalahan pada kondisi keuangan perusahaan, itu dapat memberi buruk pada investor sehingga ujung – ujungnya Anda akan mengeluarkan uang pribadi untuk diinvestasikan dalam bisnis.

3. Tidak Menerima Gaji untuk Diri Sendiri

Entrepreneur muda cenderung hidup susah lalu menanamkan seluruh sumber daya ke dalam bisnisnya tanpa menyisakan sepeser uang pun. Ketika ini bisa tetap membantu dalam mempertahankan arus kas dalam bisnis tidak masalah tetapi apabila nantinya bisnis ini hanya membayar sewa Anda dan makan siang Anda saja itu sangat berbahaya. Minimal bayarlah gaji Anda sendiri dengan gaji standar untuk tetap mempertahankan keuangan pribadi Anda dan dipisahkan dari bisnis tetapi jangan juga memberikan gaji besar kepada Anda itu hanya akan membunuh bisnis Anda sendiri.

Kesalahan Manajemen Keuangan Entrepreneur Muda

Dalam me-launching sebuah bisnis dan bisa tetap menjaga keuangan pribadi menjadi tantangan yang cukup berat. Disini ada sedikit kesalahan yang biasa dilakukan oleh pebisnis muda dalam manajemen keuangannya. 

Hagan Major yang berusia 26 tahun dan telah memulai bisnis iklan online lebih dari satu dekade yang lalu dan bagi dia tidak  ada hal yang paling penting dari manajemen keuangan dalam mengelola bisnisnya.

“ Kita menyalurkan seluruh uang ke dalam bisnis dan tidak mengambil keluar uang sepeser pun perusahaan hanya memberikan makan”, kata Major, salah satu pendiri dari YellowHammer Media Group di New York. 

Lebih jauh lagi, mengaburkan garis pemisah antara keuangan pribadi dan bisnis akan mengacaukan organisasi. “Itu akan membuat kekacauan pajak,” dia berkata. Setelah tidak sengaja menggunakan nomor social security sebagai ganti nomor pajak perusahaannya untuk membeli barang online di 2007, Major menerima tagihan yang besar dari kantor pajak : 

Utang pajak dia membengkak hingga $60.000. Major bukan satu – satunya seorang anak muda yang salah dalam manajemn keuangan. “ Banyak entrepreneur sukses yang salah dalam manajemen keuangannya karena mereka menurunkan prioritas keuangan pribadi dan terus memberikan tambahan uang ke dalam bisnis mereka,” kata Eric Johnson, senior strategist konsultan keuangan di Signature, firma keuangan di Norfolk, Va.